Tanyakan Hal-Hal Penting Ini sebelum Membeli Asuransi Kesehatan

Saat mengetahui kelebihan daripada asuransi kesehatan yang mana dapat melakukan perawatan intensif di rumah sakit selama berkali-kali tanpa harus mengeluarkan uang, semakin dilirik masyarakat luas. Pasalnya, ketiadaan biaya berobat terkadang menjadi hambatan untuk memperoleh kesembuhan secara maksimal. Apalagi untuk pengobatan yang cukup serius seperti operasi dan kemoterapi, membutuhkan biayanya yang sangat mahal. Mendengar asuransi kesehatan menjadi solusi terbaik untuk menyiasati permasalahan tersebut, maka sudah sebaiknya penting untuk segera dimiliki. Akan tetapi jangan gegabah, berikut hal-hal yang perlu ditanyakan kepada pihak perusahaan untuk sebuah kenyamanan dalam memiliki asuransi.

Apa saja rumah sakit yang bekerja sama dengan perusahaan?

Kadang kala ketidaknyamanan nasabah dalam memiliki asuransi kesehatan adalah ketika mengklaim asuransi tapi ternyata hanya sedikit rumah sakit yang bisa dikunjungi dengan menggunakan asuransi. Kalau perusahaan hanya bekerja sama dengan beberapa rumah sakit saja, bukan tak mungkin pelayanan yang diberikan kurang memuaskan. Kalau rumah sakit penuh, bagaimana? Mau tidak mau harus berobat ke rumah sakit lain yang dapat memberikan pelayanan dengan maksimal. Terlebih untuk penanganan yang harus cepat, bisa menimbulkan resiko serius jika diabaikan. Inilah sebabnya jumlah rumah sakit yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi patut ditanyakan agar nantinya bisa langsung memilih rumah sakit mana yang hendak dituju untuk pengobatan yang hendak dilakukan dan memungkinkan mendapat pelayanan maksimal seperti yang diharapkan.

Berapa jumlah dan kapan pembayaran premi?

Premi dalam asuransi adalah sejenis pembayaran yang harus dilunasi oleh para nasabah agar polis tetap dalam keadaan aktif. Ini merupakan salah satu syarat diprosesnya klaim asuransi. Dalam hal ini, mengetahui jumlah premi yang harus dibayar sebelum membeli asuransi adalah hal penting supaya keuangan dapat terencana dengan sehat. Betapa tidak, pelunasan premi harus dilakukan secara rutin, jika terhambat kemungkinan polis jadi nonaktif. Untuk itu, mempertanyakan jumlah premi harus dilakukan guna memastikan pengeluaran masih dapat terkendali dan tidak membuat keuangan kacau. Di samping itu pula masalah periode pembayan premi, untuk asuransi kesehatan pada umumnya per bulan. Berbeda dengan asuransi mobil biasanya perpanjangan polis dilakukan sekali dalam setahun.

Bagaimana masalah santunan kalau pemilik polis meninggal dunia?

Pada asuransi kesehatan, secara umum kalau si pemilik polis meninggal dunia tidak memperoleh uang santunan. Jadi, kalaupun sudah memiliki asuransi dalam masa yang lama tetap premi yang dibayarkan akan hilang. Berbeda halnya dengan asuransi jiwa yang dapat memperoleh uang santunan dalam jumlah relatif besar dari puluhan bahkan ratusan juta rupiah saat pemegang polis meninggal dunia dalam masa kontrak. Masalah uang santunan kerap ditanyakan oleh calon nasabah ketika hendak membeli asuransi. Hal ini juga perlu diketahui lebih lanjut untuk sebuah kenyamanan. Di setiap perusahaan pastinya punya kebijakan yang berbeda-beda, tidak pada uang santunan tetapi bisa biaya pemakaman ataupun pemulasaran jenazah. Untuk memperoleh perusahaan yang tepat, mengetahui perihal tersebut juga termasuk bagian penting.

Asuransi kesehatan membuat hidup nyaman. Kalau jatuh sakitĀ  bisa langsung berobat ke rumah sakit rekanan perusahaan asuransi tanpa perlu menghabiskan biaya besar, mulai dari rawat inap, obat, dan perawatan lainnya. Namun, supaya memberikan kenyamanan dalam memilikinya mengetahui lebih detail seputar asuransi tersebut harus dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari dengan pihak perusahaan. Selain itu, pastikan memilih perusahaan yang terpercaya untuk ketentraman hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *